[KINDLE] ❁ Pengakuan Pariyem By Linus Suryadi – Dcrjservices.co.uk


10 thoughts on “Pengakuan Pariyem

  1. says:

    Ya, ya, Pariyem sayaMaria Magdalena Pariyem lengkapnya Iyem panggilam sehari haridari Wonosari Gunung Kidulsebagai babu nDoro Kanjeng Cokro Sentonodi nDalem Suryamentaraman NgayogyakartaRasa dosa tidak saya kenaltapi rasa malu saya tebalSemuanya kembali pada manusianya, bagaimana dia menjalani hidup dan menghadapinya hingga dia bisa mencapai kebahagiaan yang diingini Bahkan bisa mencapai tingkat kebijaksanaanehm benar benar mengagumkan Dibuku ini Linus menggambarkan Pariyem, nDoro KanjengYa, ya, Pariyem sayaMaria Magdalena Pariyem lengkapnya Iyem panggilam sehari haridari Wonosari Gunung Kidulsebagai babu nDoro Kanjeng Cokro Sentonodi nDalem Suryamentaraman NgayogyakartaRasa dosa tidak saya kenaltapi rasa malu saya tebalSemuanya kembali pada manusianya, bagaimana dia menjalani hidup dan menghadapinya hingga dia bisa mencapai kebahagiaan yang diingini Bahkan bisa mencapai tingkat kebijaksanaanehm benar benar mengagumkan Dibuku ini Linus menggambarkan Pariyem, nDoro Kanjeng dan nDoro Ayu yang mencapai 4 dunia dari 5 dunia yang disebutkan yaitu dunia gairah, dunia nestapa, dunia kesabaran dan dunia kewicaksanaan, sedangkan dunia ke 5 adalah dunia kewaskithaan dan tidak setiap manusia bisa mencapainya.Linus juga mengajarkan banyak pelajaran hidup melalui buku ini, terutama yang berhubungan dengan 3, seperti 3B Bibit,Bobot dan Bebet, nama membawa tuah bahwa asal usul dijadikan patokan pada masa itu hingga sekarang, seperti dah tertempel di kening, bukan semangat yang menempel dibadanaih..aih hal 5 3M Madeg, Mantep dan Madhep bahwa rejeki datang bukan dari perbuatan yang curang tapi karena sudah diatur oleh Hyang Maha Agung.Benerkan hal 22 23 3A Asih, Asah dan Asuh bahwa bukan ketakutan atau keberanian yang mengantarkan kita berjalan tapi kemauan dan kebulatan hati yang membuat kita bangun dan bangkit,dan bukan kemenangan dan gagah gagahan yangmengundang untuk bertandang tapi maaf dan rasa kasih sayang yang melestarikan hubunganHebat hal 23 3K Karsa, Kerja dan Karya bahwa kerja sebagai ibadah harian hidup, dari Karsa yang muncul dari sanubari dan karya hanya cita cita, tanpa karsa kerja hanya sia sia, karena karsa yang mengaliri panca indera mengusik rasa dan pikiran menggerakkan kaki dan tangan hingga menghasilkan karya yang diinginiehmmm tambah geleng geleng kepala nih aku hal 25 26 3L Lirih, Laras dan Lurus bila bicara tidak berteriak lirih tapi terang dan jelas, tidak juga gadhok laras tapi penuh irama, juga tidak asal mulut menchong tapi luruskeren hal 27 3T Titis, Tatas dan Tetes sebagai orang muda harus titis dalam mengkap makna pembicaraan, tatas dalam perkerjaan yang dilakukan dan teteslah buah budi yang diwujudkan mengandung semua kebijaksanaan hidup hal 34 Sebagai Seorang Babu tapi sudah katam semua 3 3an diatasgeleng geleng saya, seharusnya Pariyem ini menyandang S2 dalam Ilmu Filsafat yahehehehe.Buku lama nan usang ini sarat pelajaran hidup, tembang ataupun kudangan yang dinyanyikan pun menjadi nostalgi tersendiri Buku yang bagus buat pelajaran Kaum Wanita, Kartini kartini jaman sekarang nihterutama yang Kebablasan kelindes sama arus Perubahan


  2. says:

    Ya, ya, Irwan sayaKisah Pariyem saya bacaSaya baca kisah PariyemAda nyata, ada wicaksanaDalam rangkai kata sederhanaSentuhan lembut atas realitaTanpa gempita histeria retorikaTanpa tedeng gusar normaYa, ya, Irwan sayaDaya ungkap Pariyem ingatkan sayaAkan mengalirnya laku hidupTanpa sendatan waswas nir maknaRitme hidup Pariyem ingatkan sayaAkan detak harmoni sederhanaYang tak lagi banyak tersisaDi dunia serba gesaSerba gesa dunia iniYa, ya, Pariyem berujarBetapa sederhana sebuah kebahagiaanBetapa Ya, ya, Irwan sayaKisah Pariyem saya bacaSaya baca kisah PariyemAda nyata, ada wicaksanaDalam rangkai kata sederhanaSentuhan lembut atas realitaTanpa gempita histeria retorikaTanpa tedeng gusar normaYa, ya, Irwan sayaDaya ungkap Pariyem ingatkan sayaAkan mengalirnya laku hidupTanpa sendatan waswas nir maknaRitme hidup Pariyem ingatkan sayaAkan detak harmoni sederhanaYang tak lagi banyak tersisaDi dunia serba gesaSerba gesa dunia iniYa, ya, Pariyem berujarBetapa sederhana sebuah kebahagiaanBetapa kebahagiaan bisa sederhanaP.S Thanks to Roos for the kind gift of such a good reading Hey, it s goodreads hehe


  3. says:

    Bicara tentang orang jawa dan falsafah feodalnyakenapa ya saya tidak bisa lepas dari ironi Dibalik keterbatasan selalu ada keluasan, dibalik keagungan selalu ada kebusukan Dibalik kerendahan hati priyayi, ternyata tetap ada kesombongan Salah satu contohnya adalah tidak berubahnya status Pariyem yang tetap menjadi babu, meskipun telah memberikan cucu bagi keluarga ndoro Kanjeng Pak Linus bercerita sangat gamblang dan seolah olah menelanjangi orang Jawa sendiri Tapi jika seluruh manusia Bicara tentang orang jawa dan falsafah feodalnyakenapa ya saya tidak bisa lepas dari ironi Dibalik keterbatasan selalu ada keluasan, dibalik keagungan selalu ada kebusukan Dibalik kerendahan hati priyayi, ternyata tetap ada kesombongan Salah satu contohnya adalah tidak berubahnya status Pariyem yang tetap menjadi babu, meskipun telah memberikan cucu bagi keluarga ndoro Kanjeng Pak Linus bercerita sangat gamblang dan seolah olah menelanjangi orang Jawa sendiri Tapi jika seluruh manusia bertingkah laku seperti orang Jawa yang digambarkan di buku ini, yang arif, legowo dan pasrah ga macam macam, mungkin dunia ini akan damai damai saja Apa itu ya pesannya buku ini meski ditulis dalam prosa lirik, buku ini tetap mengasikkan untuk dibaca


  4. says:

    Dah beberapa hari belakangan sebenernya ini sering dibawa bawa Sampe ke P Onroost segala Udah sampe ke tengah halaman halaman 150


  5. says:

    ya ya, sancaka nama saya sancaka pagi lengkapnya dari ndalem stasiyun ngayogjakarta hadiningrat yang maos ulang pengakuan pariyem yang bikin marem sampe merem waktu sekolah dibacakan ceritanya di depan kelas oleh bapak guru bahasa indonesia bapak guru maos dengan menghayati, rencang2 kelas malah angop pas bagian yang saru2 itu lho, langsung padha ngoooookk..


  6. says:

    Kisah yg dituturkan dengan sederhana, penuh keluguan namun penuh filosofi, terutama filosofi kejawen tentang agama orang Jawa tidak mengenal dosa, tapi rasa malunya tebal.Buat yg orang Jawa juga sedikit berfungsi sebagai nostalgia terutama tembang tembangnya, kangen jaman jaman sekolah dulu pas masih aktif ikut karawitan Buat yg bukan orang Jawa tenang saja, masih bisa menikmatinya, soalnya tutur bahasanya menarik dalam bentuk prosa berbahasa Indonesia meski ada jowo jowone sedikit, tapi a Kisah yg dituturkan dengan sederhana, penuh keluguan namun penuh filosofi, terutama filosofi kejawen tentang agama orang Jawa tidak mengenal dosa, tapi rasa malunya tebal.Buat yg orang Jawa juga sedikit berfungsi sebagai nostalgia terutama tembang tembangnya, kangen jaman jaman sekolah dulu pas masih aktif ikut karawitan Buat yg bukan orang Jawa tenang saja, masih bisa menikmatinya, soalnya tutur bahasanya menarik dalam bentuk prosa berbahasa Indonesia meski ada jowo jowone sedikit, tapi ada kamusnya kok di belakang Dan Pariyem ini, saking lugunya, nggak segan membuka dapur permainan cinta nya dengan Den Baguse Ario berkat kepiawaian sang pengarang, bagian yg ini jauh sekali dari kata vulgar.Bisa dibilang buku ini, meski kisahnya sederhana namun isinya padat nrimo ing pandum nya Pariyem dan sang pengarang berbuah manis dengan dialihbahasakannya karya ini ke beberapa bahasa Terima kasih iJak atas peminjaman bukunya


  7. says:

    2011 42Perempuan jawa itu, nduk..Lihat sampul depannya Seorang perempuan Jawa masa lalu dengan tubuh molek dan sintal, memakai kemben dan kain jarik, bersimpuh seperti layaknya abdi emban Tolok ukur kecantikan beberapa dekade silam.Pariyem, babu pada keluarga bangsawan Jawa, yang ikhlas sebagai abdi dalem, menyuarakan ceritanya seperti dongeng pengantar tidur Cerita dari dirinya sendiri, sampai cerita tentang kehidupan di luar sanaBerapa lama beban saya tanggungyang membelit pundak dan pu 2011 42Perempuan jawa itu, nduk..Lihat sampul depannya Seorang perempuan Jawa masa lalu dengan tubuh molek dan sintal, memakai kemben dan kain jarik, bersimpuh seperti layaknya abdi emban Tolok ukur kecantikan beberapa dekade silam.Pariyem, babu pada keluarga bangsawan Jawa, yang ikhlas sebagai abdi dalem, menyuarakan ceritanya seperti dongeng pengantar tidur Cerita dari dirinya sendiri, sampai cerita tentang kehidupan di luar sanaBerapa lama beban saya tanggungyang membelit pundak dan punggungIbarat benang bundhetwalau sukar bisa diuraiIbarat senar ruwetwalau susah bisa diudhariTapi bathin dan perasaan manusiatak ada dukun kampiunsanggup menyidikarah.90 Pariyem bahagia dengan hidupnya sebagai babu Ia pasrah akan dunianya Tak ada teriakan, tak ada tuntutan Dunia dihadapannya adalah takdir yang harus dilalui Yang dijalaninya dengan perasaan legowo kalau ada rintangan, syukur kalau ada anugerahNonton wayang itu jangan dipikirtapi mesti dirasa dan diresapkanKita bagaikan air sungai mengalir hanyut ke dalam lakon dan karawitanyang dipergelarkan oleh ki dalangRamai bukan karena gamelanSunyi bukan karena kuburanTapi yang ramai seramai gamelanyang sunyi sesunyi kuburanItulah rahasia di dalam batinsebagai pusat getaranh.115 Pariyem mungkin tidak tahu, bahwa hidup tidak sesederhana itu Atau ia tahu, namun tidak ambil pusing karenanya Seperti seorang perempuan Jawa yang harus selalu manut apa kata lelaki Tak boleh mengeluh, tak boleh berkesah Mungkin hanya bisa berbagi, namun selebihnya harus disimpan dalam hatiSungguhpun hanya begini sajaBatin saya sudah merasa bahagiaLha apa ta tujuan orang hidup itukalau bukan mencapai kebahagiaan Lha saya sudah mendapatkannya, koktak perlu saya berpaling pandangDalam menggelinding dan terbantingdi pusat roda yang digelandangOleh Sang Waktu Bethara Kalatiap saat dan tiap harinyaTiap pekan dan tiap bulannyatiap musim dan tiap tahunnyaDan tahun demi tahun terus berjalantak kenal ampun, tak kenal sayangpara pembangkang pun akan termakanDan tahun demi tahun terus berjalanMenggelindingkan dan menggelandang setiap insantanpa terkecuali sayah.238 kado ultah yang ke 31 tahun lalu


  8. says:

    Ya, ya, Pariyem sayaMaria Magdalena Pariyem lengkapnyaIyem, panggilan sehari harinyaDari Wonosari Gunung Kidul Pengakuan sederhana dari seorang wanita Jawa, yang bekerja dengan penuh pengabdian Tanpa tuntutan, tanpa berharap balasan Bahkan ketika dia hamil karena perbuatan anak majikannya, tak ada kata kata yang keluar dari mulutnya, tak ada tuntutan untuk diakui sebagai menantu atau selir, atau apapun Yang ada hanya pengabdian, pengabdian, dan pengabdian Besides, itu memang dilakukan atas Ya, ya, Pariyem sayaMaria Magdalena Pariyem lengkapnyaIyem, panggilan sehari harinyaDari Wonosari Gunung Kidul Pengakuan sederhana dari seorang wanita Jawa, yang bekerja dengan penuh pengabdian Tanpa tuntutan, tanpa berharap balasan Bahkan ketika dia hamil karena perbuatan anak majikannya, tak ada kata kata yang keluar dari mulutnya, tak ada tuntutan untuk diakui sebagai menantu atau selir, atau apapun Yang ada hanya pengabdian, pengabdian, dan pengabdian Besides, itu memang dilakukan atas dasar suka sama suka Sudah jarang ada manusia seperti Pariyem Kategori langka bahkan Mana ada wanita yang dihamili keluarga bangsawan yang menyia nyiakan kesempatan untuk mendapat pengakuan, entah itu status, atau anaknya Tapi memang untung bagi Pariyem, keluarga majikannya tidak lantas mengusir dan mengucilkan dia, bahkan anaknya diaku sebagai keturunan mereka Meskipun setelah melahirkan, sang anak dititip di kampung dan Iyem kembali kerja sebagai babu di rumah itu Babu plus plus DAnyway, buku puisi bernarasi ini lebih mudah untuk saya baca, dibanding buku puisi yang isinya murni kumpulan puisi saja Saya kurang bisa memahami isi sebuah puisi, apalagi yang tingkat tinggi Tapi kalau bentuknya seperti bercerita model Pariyem gini, saya suka bacanya Makasih buat teman teman yang sudah merekomendasi buku ini buat saya baca You guys bring the colours in my reading world


  9. says:

    Butuh waktu tiga tahun bagi Linus untuk memulis semuanya dengan lengkap dan terperinci Tak lupa Linus berbicara tentang detail, seperti lokasi biskop, riuhnya Mauludan Sekaten, situasi ruman Ndalem Suryomentaraman, gerak gerik tuannya ketika berbicara sampai persetubuhan percintaan Pariyem yang dilukiskan dengan indahnya Sebuah karya yang melukiskan suasana jawa yang rukun, tapi dalam prakteknya penuh konflik Jawa yang hidup dengan batin, tetapi dalam praksisnya berhadapan dengan dunia yang p Butuh waktu tiga tahun bagi Linus untuk memulis semuanya dengan lengkap dan terperinci Tak lupa Linus berbicara tentang detail, seperti lokasi biskop, riuhnya Mauludan Sekaten, situasi ruman Ndalem Suryomentaraman, gerak gerik tuannya ketika berbicara sampai persetubuhan percintaan Pariyem yang dilukiskan dengan indahnya Sebuah karya yang melukiskan suasana jawa yang rukun, tapi dalam prakteknya penuh konflik Jawa yang hidup dengan batin, tetapi dalam praksisnya berhadapan dengan dunia yang pragmatis Saya rasa Pariyem adalah perempuan jawa gelisah, babu yang tak kuasa membuat perubahan, hanya pasrah sembari bertanya tanya Ya, ya, sebagai orang baratDan, ah, ya, sebagai orang timurMestilah lebur dalam perkawinanDibulatkan oleh perikemanusiaanDengan bahu membahu bergerak tegak Mengarak panji panji kehidupan review lebih lanjuthttp bintangtenggara.multiply.com r


  10. says:

    an honest essay to read love it


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Pengakuan Pariyem summary pdf Pengakuan Pariyem, summary chapter 2 Pengakuan Pariyem, sparknotes Pengakuan Pariyem, Pengakuan Pariyem 4c46796 Pariyem, Nama Saya Lahir Di Wonosari Gunung Kidul Pulau Jawa Tapi Kerja Di Kota Pedalaman Ngayogyakarta Umur Saya Tahun Sekarang Tapi Nuwun Sewu Tanggal Lahir Saya Lupa Tapi Saya Ingat Betul Weton Saya Wukunya Kuningan Di Bawah Lindungan Bethara Indra Jumat Wage Waktunya Ketika Hari Bangun FajarPengakuan Pariyem Adalah Prosa Liris Pertama Yang Lahir Dari Tangan Linus Suryadi Ag Dan Menjadi Inspirasi Bagaimana Kebudayaan Jawa Masuk Ke Dalam Khazanah Sastra Indonesia Modern

  • Paperback
  • 244 pages
  • Pengakuan Pariyem
  • Linus Suryadi
  • Indonesian
  • 01 August 2018

About the Author: Linus Suryadi

Linus Suryadi Agustinus a.k.a Linus Suryadi AG was one of Indonesian contemporary poets He learned his writing in the Malioboro Street School, a guerilla art school founded by Umbu Landu Paranggi in Yogyakarta His famous work was Pengakuan Pariyem in 1981 which written as lyric prosa His best contribution to Indonesian literary were collecting and compiling contemporary Indonesian poetries into Tonggak Bibliography Langit Kelabu 1976 Pengakuan Pariyem 1981 Perkutut Manggung 1986 Tugu 1986 Kembang Tunjung 1989 Rumah Panggung 1989 Di Balik Sejumlah Nama 1989 You can also find his works inBiru Langit Biru 1977 Ajip Rosidi ed Walking Westward in the Morning Seven Contemporary Indonesia Poets 1990 John H MacGlynn ed This Same Sky A Collection of Poems from Around the World 1992 Naomi Shihab Nye ed.